Dewan Pers

Tangkal Berita Hoax Pemkab Tambrauw Gandeng Dewan Pers

Sorong, TN – Pemerintah Kabupaten Tambrauw bekerjasama dengan Dewan Pers menyelenggarakan sosialisasi Undang-Undang Pers dalam rangka menangkal Berita Hoax khususnya di wilayah kabupaten Tambraw.

Kegiatan sosialisasi UU Pers berlangsung di hotel Meridien kota Sorong, Senin (21/05) dan dihadiri wartawan media cetak, eletronik dan online se-Sorong raya.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam sambutannya mengatakan maraknya media abal-abal yang sering meresahkan pemerintahan dalam hal pemberitaan. Dimana wartawan tersebut sering memberitakan tanpa adanya konfirmasi dari narasumber.

“Sosialisasi ini sekaligus untuk memberi pemahaman kepada pemerintah daerah terkait kinerja pers atau wartawan terutama agar para ASN maupun kepala daerah sebagai nara sumber memiliki hak untuk memberikan keterangan atau tidak,” ujarnya.

Yoseph juga menekankan agar para Wartawan diharapkan bisa mampu menyebarkan informasi dengan bijak. (meg)

Sumber : Teropong News

linderd-row

KKP Akhirnya Menetapkan Kawasan Konservasi Di Kabupaten Tambrauw

Sausapor, TN – Kementerian kelautan dan perikanan (KKP) akhirnya menetapkan salah satu wilayah konservasi di kabupaten Tambrauw. Berdasarkan keputusan menteri (kepmen) nomor 53/KEPMEN-KP/2017 ditetapkanlah kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil Jeen Womom dan perairan sekitarnya yamg terletak di distrik Abun. Hasil kerja keras selama kurang lebih 1,5 tahun pihak pemerintah daerah melalui dinas perikanan bersama WWF Indonesia membuahkan hasil yang memuaskan.

Kepala dinas perikanan, Linderd Rouw yang ditemui sejumlah awak media pada Rabu (31/1) mengutarakan bahwa hal ini merupakan salah satu upaya untuk melindungi potensi perikanan taraf internasional di kabupaten Tambrauw, dalam hal ini adalah pelestarian spesies penyu belimbing. “Ini membuktikan keseriusan pemerintah pusat untuk menetapkan Jeen Womom bukan lagi sekedar kawasan konservasi di tingkat kabupaten, melainkan sebagai kawasan konservasi nasional,” ujar Linderd.

Dirinya juga berterima kasih kepada pihak LSM, yakni WWF Indonesia yang turut mendampingi pemda setempat sehinngga akhirnya mendapat kepmen tersebut. Dengan adanya kepmen itu sendiri, pemda tidak lagi bergerak sendiri dalam memperhatikan kawasan konservasi. Melainkan pemerintah pusat juga akan mengambil bagian dari segi pelasanaan program-program pelestarian hingga pembiayaan fasilitas pendukung. Hal ini dinilai sebuah langkah awal yang baik oleh dinas perikanan untuk mendukung program prioritas bupati pada pengembangan pariwisata.

Sementara itu sekretaris Forum Kolaborasi Konservasi Jeen Womom, Yan M. Asyerem memberikan apresiasi kepada pihak dinas perikanan beserta para LSM yang telah berusaha keras hingga mendapatkan respon positif dari KKP. Yan menanggapi penetapan wilayah konservasi di Jeen Womom tidak hanya melibatkan bahwa pemerintah daerah, namun juga mendapat dukungan dari pemerintah Amerika Serikat melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Saat melakukan pengurusan dokumen-dokumen rancangan zona eksklusif di Jakarta, Jeen Womom sempat menjadi perhatian presiden bersama pemerintah AS terkait pelestarian penyu belimbing yang hidup di Abun,” jelas Yan saat dirinya menceritakan bagaimana perjalanan awal dari rencana konservasi di Jeen Womom yang sebelumnya dikenal sebagai Jamus Bamedi.

Ia menambahkan bahwa dengan terbitnya kepmen tentang penetapan kawasan konservasi Ini, membuktikan bahwa sudah ada keseriusan dan kerja keras pemerintah daerah melalui dinas perikanan bersama UPTD dan LSM terkait untuk mewujudkan impian bupati untuk menetapkan Tambrauw sebagai wilayah kabupaten konservasi. (mdl)

Sumber : Teropong News