Berikut 3 Aspek Capaian Pelaksanaan Tugas dalam Triwulan Pertama Pj. Bupati Tambrauw

Penilaian ini menjadi sebuah indikator keberhasilan dan sejauh mana capaian kinerja oleh Penjahat Kepala Daerah. Hasil dari pemaparan tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dan disampaikan oleh Inspektorat Jenderal kepada Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Terdapat 3 Aspek yang menjadi bahan penilaian, yaitu aspek pemerintahan, aspek pembangunan, dan aspek kemasyarakatan.

Engelbertus Gabriel Kocu, S.Hut, MM selaku Penjabat Bupati Tambrauw memaparkan bahwa, “Kondisi Geografis di Kabupaten Tambrauw berbeda dengan daerah lainnya. Terdapat 6 wilayah Distrik yang harus ditempuh menggunakan Helikopter. Dan 2 Distrik yang harus ditempuh menggunakan Longboat. Hal tersebut menjadi sebuah rintangan yang harus dihadapi oleh Pemerintah Daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tapal batas antar Kabupaten yang belum selesai sampai saat ini juga menjadi penghambat bagi saya dalam melaksanakan tugas. Di samping itu, kami juga memberikan fokus tersendiri dalam menekan angka inflasi daerah, penurunan angka stunting, dan juga kemiskinan ekstrem.”

Di kesempatan lain, tim penilai dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri memberikan beberapa pertanyaan, saran, dan masukan untuk perbaikan laporan pada triwulan berikutnya. Data terkait RTRW Kabupaten Tambrauw, Penguatan Inspektorat di daerah, penerapan reformasi birokrasi di daerah, dan bagaimana sikap Kabupaten Tambrauw dalam mengatasi stunting menjadi perhatian dari tim penilai. Selain itu, tim penilai juga memperhatikan apakah dampak kenaikan harga BBM mempengaruhi kenaikan harga bahan-bahan pokok di Kabupaten Tambrauw.

Selain mengajukan pertanyaan, tim penilai juga memberikan beberapa saran, yaitu penekanan alokasi anggaran daerah harus lebih menyentuh pada Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, inflasi daerah harus bisa ditekan di bawah capaian inflasi nasional, Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw harus mampu memaksimalkan potensi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melakukan inovasi di daerah yang menyentuh kearifan lokal, namun perlu menjadi perhatian khusus bahwa Monitoring Control for Prevention (MCP) di Kabupaten Tambrauw masih sangat rendah dan berada pada angka 5%.

“Terima kasih atas saran dan masukan yang diberikan, akan menjadi perhatian kami dalam memperbaiki laporan pada triwulan berikutnya,” tutur Penjabat Bupati Tambrauw dalam menutup pemaparannya.

Sebelumnya Rapat lanjutan Monitoring Control for Prevention di Hotel Meridien Kota Sorong.

Tinggalkan Komentar Anda

Kantor Bupati Tambrauw

Jalan Irawiam No.1, Distrik Fef
Kabupaten Tambrauw, Papua Barat 

Waktu Operasional 08:00 - 16:00 WIT

Copyright Pemerintah Darah Kabupaten Tambrauw 2021 – Hak cipta dilindungi undang-undang